Transportasi Umum di Nice Prancis

transportasi umum di nice perancis

Kami sampai di Nice sebenarnya tanpa sempat mencari banyak informasi soal transportasi dalam kotanya. Modal nekad dan sedikit sok tau. Bayangan saya, transportasi umumnya tidak akan jauh berbeda dengan Paris yang sudah pernah kami kunjungi beberapa tahun yang lalu.

Dan ternyataaa….kami jauh lebih nyaman dengan transportasi di Nice daripada di Paris. For sure!

Yang sudah pernah merasakan transportasi umum di Paris pasti tau lah bagaimana ‘menantang’nya transportasi umum di Paris, apalagi bagi yang bawa anak dengan stroller. Berasa mau ngelap keringat kalo diingat-ingat.

Satu yang bikin lega dengan transportasi umum di Nice, kami tak perlu naik turun ke stasiun metro bawah tanah yang panjang mengular dan tak punya elevator seperti yang kami rasakan di Paris waktu itu.

Nice tak punya stasiun metro bawah tanah. Transportasi umum dalam kotanya dilayani dengan tram dan bus yang jauh lebih nyaman dari metro di Paris.

Transportasi Dalam Kota

tram

Ada 2 line tram utama yang beroperasi di dalam kota Nice. Line Tram 1, dan line Tram 2. Line Tram 1 melayani rute ke Nice Ville (pusat kota) dan sekitarnya. Sedangkan Tram 2 melayani rute menuju bandara.

Saat ini rute Tram 1 dan Tram 2 baru terkoneksi dengan bus, tapi dalam waktu dekat kedua rute ini akan terhubung langsung, sehingga para penumpang tak perlu menyambung bus atau berjalan jauh untuk pindah rute tram. Saat kami ke sana, jalur tram 2 yang menuju pusat kota baru sampai di halte Magnan, dan sementara dibangun jalur kelanjutannya.

ruang dalam tram 2 yang lapang dan ga desak-desakan

Dari bandara, kami memilih naik tram ke penginapan. Tram nomor 2 berhenti di halte Hopital Lenval, hanya sekitar 50 meter dari hotel kami. Dari bandara sendiri, ada 2 halte keberangkatan dan pemberhentian tram 2, halte Terminal 1 dan Terminal 2. Kami saat itu naik dari Terminal 2 (T2), dan saat pulang, kami turun di halte Terminal 1 (T1) sesuai gerbang keberangkatan pesawat kami.

Tiket kami beli di mesin tiket yang ada di halte. Mesin tiket bus dan tram melayani pembayaran dengan cash, coin, kartu kredit, maupun kartu debit. Kartu terbitan bank di Indonesia berlaku juga di sini. Suami saya sekali waktu pernah mencoba membayar dengan kartu debit terbitan bank di Indonesia, dan berhasil. 🙂

Untuk tiketnya sendiri, ada beberapa pilihan. Tiket Solo, Multi, 1-Day Pass dan 7- Day Pass. Anak-anak di bawah usia 4 tahun tak perlu membayar. Sedangkan untuk anak di bawah usia 10 tahun, 1 tiket bisa dipakai maksimal untuk 2 orang anak. Lebih jelas lihat di website resmi Lignes d’Azur : www.lignesdazur.com

Tiket Solo harganya 1,5 euro, berlaku hingga 74 menit. Jadi, kalau harus menyambung antar moda (tram dan bus) tak perlu membayar lagi jika sejak awal validasi hingga validasi berikutnya tak sampai 74 menit. Ini berlaku juga untuk tiket pulang pergi, dengan jarak antar validasi tidak lebih dari 74 menit.

Cara mengeceknya tinggal masukkan tiket ke mesin validasi. Setiap kali naik bus atau tram kita harus memasukkan tiket ke mesin validasi. Mesin validasi akan memberi peringatan jika tiket kita tak bisa dipakai lagi. Dan itu artinya kita harus membeli tiket yang baru.

Kalau sering bepergian dengan bus atau tram, lebih baik beli tiket Multi senilai 10 tiket Solo dengan harga diskon. Kalau dengan tiket Solo kita mesti membayar 1,5 euro per tiket, dengan tiket Multi kita hanya perlu membayar 10 euro senilai 10 tiket solo.

Tapi sedikit berbeda dengan tiket carnet di Paris yang terdiri dari 10 lembar tiket terpisah, tiket Multi hanya berupa selembar kartu yang harus divalidasi setiap kali naik ke bus atau tram. Kebiasaan saya sama suami berbagi tiket carnet di Paris tak bisa kami lakukan dengan tiket Multi ini..hehe.

Oiya, tiket tram hanya bisa dibeli di mesin atau agen tiket ya, tak bisa dibeli di dalam tram, tak seperti tiket bus.

bus

Kalau dengan tram, kita sudah harus punya tiket saat naik, maka saat naik bus kita bisa sedikit santai dengan hanya menyiapkan uang cash atau coin untuk membayar pada sopir. Jadi, kalau sedang buru-buru, kita tak harus mampir ke mesin tiket untuk membeli tiket. Tiket bus bisa dibeli di mesin atau membayar langsung ke sopir. Harganya sama saja.

Tapi, ada beberapa jenis tiket yang tak bisa kita beli langsung pada sopir bus. Hanya tiket Solo dan 1-Day Pass yang bisa dibeli langsung di sopir bus. Selain itu mesti beli di mesin tiket.

Cara memvalidasi tiket di mesin validasi bus, sama saja dengan di tram. Tinggal masukkan kartu tiket dengan anak panah mengarah ke bawah, tunggu sampai mesin validasi mengeluarkan suara khas pertanda kartu anda telah tercetak tanggal validasinya di belakang tiket. Jumlah baris cetakan tanggal di belakang tiket kita menunjukkan jumlah perjalanan yang sudah kita lakukan. Ini terutama kalau kita menggunakan tiket Multi.

Tiket ini tidak tidak berlaku untuk untuk bus khusus dari dan ke airport ya. Untuk bus nomor 98 dan 99 yang khusus melayani rute dari dan ke airport, ada tiket khusus dengan tarif yang berbeda dari tiket biasa. Tiket khusus ini bisa dibeli di sopir bus atau di mesin tiket.

Untuk mengetahui rute bus dan juga tram, kami menggunakan aplikasi Google Maps dan Moovit. Biasanya di kota lain kami cukup menggunakan Google Maps saja. Tapi saat kami di Nice, Google Maps yang biasa kami pakai saat itu kurang update untuk beberapa rute tertentu. Rute jalur tram belum ada di Google Maps.

Sebenarnya, transportasi umum di Nice juga punya aplikasi resmi Lignes d’Azur. Tapi dari pengalaman kemarin, kami lebih puas dengan layanan aplikasi Moovit yang lebih user friendly.

Dengan aplikasi transportasi dan peta digital tadi, tentu saja jadi lebih mudah menemukan rute dan lokasi halte bus dan tram.

halte bus di Nice Promenade de Anglais, dengan informasi nama halte, nomor dan tujuan bus.

Mungkin yang agak kurang kalau dibandingkan dengan sistem transportasi umum di negara Eropa lain, halte bus Nice tidak semua punya papan informasi digital yang menunjukkan waktu kedatangan bus berikutnya secara real time. Hanya ada beberapa halte bus di Nice yang punya papan informasi digital seperti ini.

Jadinya untuk beberapa halte, kita hanya bisa mengandalkan informasi dari aplikasi untuk jam kedatangan bus berikutnya.

Satu lagi, jangan lupa melambaikan tangan agar bus berhenti ya. Kalau tidak, bus yang kamu tunggu akan berlalu begitu saja di depan hidung seperti pengalaman kami kemarin…hahahha.

Begitu juga saat akan turun, jangan lupa memencet tombol berhenti sebelum bus tiba di halte pemberhentian anda, agar sopirnya tau ada penumpang yang akan turun.

Hal seperti ini tak perlu dilakukan kalau naik tram. Tram akan berhenti di tiap halte tanpa harus memencet tombol stop.

Sepeda

Satu lagi transportasi umum yang menurut saya paling asyik digunakan di Nice. Sepeda sewaan. Tidak saja ramah lingkungan, sepeda juga nyaman dan murah untuk digunakan. Titik penyewaannya juga cukup banyak di Nice.

Kalau kamu pengen jalan-jalan asyik menyusuri Promenade de Anglais yang punya pemandangan laut nan kece itu, sewa sepeda aja. Dengan sepeda, kamu bisa menyusuri Promenade de Anglais yang memanjang lebih dari 7 km mulai dari airport hingga ke kawasan Nice Port. Sepanjang promenade ini banyak spot wisata (..dan spot foto tentunya 😉 ) yang bisa kamu samperin dengan sepeda tanpa harus ribet naik turun bus.

tempat penyewaan sepeda dan jalur sepeda di promenade de anglais

Di luar Promenade de Anglais, jalan raya Nice juga ramah terhadap pengguna sepeda.

Sayangnya, kami kemarin tak sempat mencoba moda transportasi ini, dan tak tau juga apakah ada penyewaan sepeda dengan boncengan anak.

Informasi mengenai penyewaan sepeda bisa dilihat di website mereka : www.velobleu.org

Transportasi Antar Kota

Di sekitar kota Nice ada banyak kota maupun desa wisata yang juga ramai dikunjungi turis. Mencapai kota ataupun desa wisata itu dari Nice dengan kendaraan umum pun sangatlah mudah dan nyaman.

Nice ke Cannes

Nice-Cannes dan sebaliknya bisa ditempuh dengan bus ataupun kereta. Dan ga harus reservasi online, karena jam keberangkatannya cukup banyak, maksimal 30 menit sekali, baik bus maupun kereta. Di hari biasa dengan naik bus bahkan tersedia hingga tiap 15 menit sekali.

Dengan bus kita bisa naik bus nomor 200 dengan tarif 1,5 euro sekali jalan. Dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Jauh lebih lama dibandingkan naik kereta.

Kalau pengen cepat, bisa naik kereta. Waktu tempuh kereta Nice – Cannes kurang lebih 40 menit. Dari Nice menuju stasiun Gare de Cannes kita bisa naik dari stasiun Nice Ville, Nice Saint Augustin, Nice Riquer, dan Nice Saint Laurent du Var. Tinggal pilih yang lebih dekat dengan kita. Tarif kereta tergantung jarak stasiun. Kurang lebih sekitar 7 euro per orang sekali jalan.

Saat kami ke Cannes, kami membayar sebesar 34,40 euro pp untuk total 4 tiket yang terdiri dari 2 dewasa dan dua anak di bawah usia 12 tahun. Tiket kereta pp berlaku untuk satu hari, di hari keberangkatan.

Membeli tiket di mesin tiket hanya bisa dengan koin, kartu kredit atau kartu debit ber-pin. Cara menggunakan mesinnya juga cukup mudah, dengan petunjuk yang cukup jelas di mesin. Kami hanya perlu membiasakan diri menggunakan tombol putar yang jarang kami temui di Eropa…heheheh.

Putar tombolnya, pilih bahasa, jangan lupa menekan tombol untuk setiap pilihan yang kita pilih, lalu pilih jenis tiket dan jumlah tiket, terakhir masukkan koin atau kartu pembayaran, tiket pun keluar.

Setelah tiket keluar, jangan lupa memvalidasi tiket di mesin berwarna kuning yang terletak di samping mesin tiket.

Mesin validasi ini menurut kami justru lebih ‘menantang’ dibanding proses beli tiketnya…hehe. Hanya ada layanan bahasa Prancis di mesin validasinya bikin kami jadi tau seperti apa rasanya lost in translations di stasiun kereta 😀

Beberapa kali tiket kami gagal divalidasi karena kami tak mengerti petunjuknya dalam bahasa Prancis. Setelah beberapa kali mencoba, kami baru tau ternyata tiket kami agak kurang geser ke sebelah kanan lubang tiket. Hoalahhh 😀 .

Train jurusan Nice – Cannes ini masuk dalam jalur coastal train dengan pemandangan laut Mediterania, yang menghubungkan beberapa kota dan juga desa wisata di sepanjang pesisir Cote d’Azur Prancis.

Jadi, dari Cannes kamu bisa meneruskan perjalanan ke kota-kota lain yang tak kalah menarik. Monaco misalnya.

Rute yang dilewati coastal train ini biasanya selalu terpampang di tiap stasiun. Informasi rute ini juga berguna agar kita mengetahui stasiun pemberhentian sebelum stasiun tujuan kita. Biar bisa siap-siap turun gitu lho maksudnya. Ga grasa-grusu kalau penumpang sedang padat-padatnya.

bagian dalam kereta, pas lagi sepi penumpang. Di rush hour, penumpangnya bisa sangat padat

Nice ke Monaco

Walaupun dari Nice bisa ditempuh dengan kereta, tapi kami lebih memilih naik bus untuk pergi ke Monaco. Pertama, karena tarifnya lebih murah. Kedua, karena scenic route yang tak dilewati kereta. Walaupun waktu tempuh dengan bus sedikit lebih lama dibandingkan kereta, kami sama sekali tak menyesal berada di dalam bus ini selama kurang lebih 50 menit menuju Monaco untuk menikmati pemandangan super kece dari jalur bus.

Jalur bus Nice – Monaco adalah salah satu scenic route paling keren yang pernah kami tempuh. Dimana lagi bisa dapat pemandangan cantik pesisir Laut Mediterania dengan hanya membayar 1,5 euro per orang sekali jalan? 😀

Untuk dapat pemandangan kece ini, kami harus menumpang bus nomor 100 jurusan Menton dan turun di halte Place d’Armes Monaco. Kamu juga bisa turun di halte selain Place d’Armes di kota Monaco.

Selain bus 100, bus 112 juga melayani rute Nice – Monaco. Akan tetapi, walaupun tarif menuju Monaco sama dengan bus 100, bus 112 tidak melewati jalur scenic route. Bus 112 juga tersedia hanya untuk jam tertentu. Tidak seperti bus 100 yang tersedia tiap 15 menit di hari biasa, dan tiap 20 menit di hari Ahad dan hari libur.

Tiket bus 100 menuju Monaco harus dibeli langsung di sopir bus dengan menyebutkan halte tujuan kita turun, karena bus ini juga menuju Menton yang lebih jauh dari Monaco, sehingga tarifnya pun berbeda. Tiket Solo dan tiket Multi yang kami beli di mesin tiket Nice tak bisa dipakai untuk line bus ini.

Untuk bisa lebih puas menikmati pemandangan laut Mediterania di sisi sebelah kanan bus, jangan lupa mengambil posisi duduk sebelah kanan sopir. Sebaliknya untuk rute pulang.

Rute bus 100 berawal dari halte Le Port di Nice dan berujung di Menton. Karena ingin dapat tempat duduk di sisi sebelah kanan bus, kami memutuskan untuk naik dari halte Le Port.

Kalau lihat papan ini, berarti anda mengantri di halte yang benar 🙂

Di Monaco sendiri ada beberapa halte pemberhentian bus 100. Biar tak bingung, rute dan timetable bisa dilihat di website resmi Ligne d’Azur.

Kami turun di halte Place d’Armes karena ingin mengunjungi Palais Princier terlebih dahulu. Setelah itu baru mengunjungi kawasan Monte Carlo untuk kemudian menunggu bus balik ke Nice di halte Monte Carlo/ Casino, dengan pertimbangan akan lebih mudah dapat tempat duduk di bus jika naik dari halte Monte Carlo saat pulang nanti dibandingkan naik dari halte Place d’Armes.

Dan benar saja saat balik, bus 100 yang kami tumpangi dari halte Monte Carlo berhenti di halte Place d’Armes dalam keadaan penuh terisi, tak tersisa lagi tempat duduk.

Google Maps tak banyak membantu kami di sini terutama untuk rute bus dalam kota Monaco, selain rute jalan kaki. Salah satu alasan mengapa kami akhirnya ‘menyerahkan diri’ ke layanan bus Hop On Hop Off yang kami temui di dekat Palais Princier.

Halte bus terdekat dari Palais Princier adalah halte Place d’Armes yang terletak sekitar 400 meter di kaki bukit. Itu artinya kami harus naik turun bukit terlebih dahulu untuk bisa menumpang bus umum yang berhenti di halte Place d’Armes.

Kalau kamu bepergian tanpa anak-anak atau manula, berjalan kaki tentu jadi pilihan yang lebih murah. Karena dari halte bus di Place d’Armes kamu bisa naik bus nomor 1 atau 2 untuk keliling Monaco selama maksimum 30 menit dengan tarif hanya sebesar 2 euro yang dibayar langsung di sopir bus atau 1,5 euro beli di mesin tiket. Bus nomor 1 dan 2 melewati lokasi-lokasi utama di Monaco. Lagi pula Momaco bukan kota yang besar. Kotanya bisa dijelahi dengan hanya berjalan kaki. Tinggal siapkan stamina dan sepatu yang nyaman untuk naik turun bukit.

Jika tidak, seperti kami ,akhirnya harus membayar 23 euro per orang untuk tiket Hop On Hop Off yang berlaku untuk 2 hari. Bukan pilihan yang menguntungan sebenarnya, karena kami hanya mengunjungi Monaco di hari itu saja.

Nice ke Villafranche

Villefranche adalah desa wisata yang terletak antara Nice dan Monaco. Semua rute bus dan kereta yang menuju Nice dan Monaco pasti melewati desa ini. Jadi pilihannya lumayan banyak. Kalau mau yang lebih murah, ya naik bus. Dan sama seperti bus yang ke Monaco, bus menuju Villefranche adalah bus dengan scenic route. Jadi, menurut saya saat menuju Villefranche lebih baik naik bus.

Menuju Villefranche dari Nice, kita bisa naik bus no 81 jurusan Port de Saint Jean dari halte Promenade des Arts, dan turun di halte Octroi, Villefranche. Tiket Solo ataupun Multi yang kita beli di Nice bisa dipakai untuk line ini. Jadi, kalau sejak validasi pertama kali tak sampai 74 menit hingga saat validasi berikutnya di bus 81, tiket kita masih bisa dipakai. Tak perlu membayar tiket baru pada sopir. Tiket juga bisa dibeli pada sopir bus.

Tapi, jangan lupa selalu validasi ya. Biar kita tau, tiket kita masih berlaku atau tidak.

Rute dan jam kebarangkatan bus bisa dicek di Google Maps.

halte bus octroi, Villefranche

Selain bus 81, kita juga bisa menumpang bus 100 arah Menton yang biasa dipakai untuk menuju Monaco. Hanya saja, jika turun di Villefranche dengan bus 100 kami tak begitu paham apakah harus membeli tiket baru di sopir bus, atau bisa menggunakan tiket Solo atau Multi yang dibeli di mesin tiket. Dua kali perjalanan saya ke Villefranche selalu memilih naik bus 81.

Untuk arah balik, lebih baik naik kereta. Selain lebih cepat, bus dari Monaco ke Nice biasanya sudah penuh saat tiba di Villefranche, dan sopir bus kadang tak berhenti untuk mengambil penumpang lagi.

Di jam-jam padat penumpang, kereta juga biasanya selalu padat, tetapi pasti berhenti untuk mengangkut penumpang.

Saat saya ke sana, sempat dua kali pulang menumpang kereta. Pertama, di jumat petang, penumpang membludak dalam kereta. Kedua kali, di Ahad siang, kereta kosong melompong, sepi dari penumpang.

Tapi ga usah khawatir, walau padat sekalipun, waktu tempuh yang singkat ga akan bikin kaki pegal berdiri berdesak-desakan. Stasiun Nice Ville hanya berjarak 2 stasiun dari Villefranche.

Harga tiket keretanya juga tak jauh beda dengan harga tiket bus. Waktu itu saya hanya membayar 1,9 euro sekali jalan untuk jurusan Villefranche – Nice Ville.

Mesin tiket kereta Villefranche sama seperti mesin tiket di area Cote d’Azur (Nice, Monaco, Cannes dan sekitarnya). Cara pembayarannya pun saja saja.

Nice ke Eze Village

Eze pun demikian juga, sama dengan Villefranche, terletak di antara Nice dan Monaco. Tetapi khusus Eze Village, karena ia terletak di puncak bukit, maka hanya ada 2 rute bus khusus menuju sana. Stasiun kereta dan bus yang lain berhenti di area pesisir Eze. Dari stasiun kereta Eze menuju Eze Village harus menempuh jalan mendaki atau menyambung bus lagi.

Bus khusus menuju Eze Village bernomor 82 dan 112.

Dan seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, bus 112 juga menuju Monaco. Jadi, saat menuju Monaco, kamu bisa mampir di Eze Village. Atau sebaliknya dari Nice, sebelum sampai Monaco, kamu bisa singgah sebentar di Eze Village.

Hanya saja, kedua line bus ini hanya tersedia setiap 1-2 jam sekali. Mesti pandai mengatur waktu untuk mengunjungi Eze Village, agar tak kelamaan menunggu di halte. Jangan lupa mengecek jam keberangkatan di aplikasi sebelum berangkat.

halte Eze Village untuk menunggu bus ke arah Nice, halte untuk bus ke arah Monaco terletak beberapa puluh meter di seberangnya.
papan informasi jam keberangkatan bus 82 dari Eze Village ke Nice

Papan informasi jam keberangkatan juga tertera di halte bus. Kalau tak punya sambungan internet untuk mengecek Google Maps, mau tak mau kita mesti pandai membaca petunjuk informasi seperti ini.

Dari papan informasi itu kita jadi bisa tau, bus berangkat dari halte Eze Village menuju Nice untuk hari Senin – Sabtu ada pada jam 07.12, 08.15, 09.02, 10.10, 10,47, 12.10, 12.47, dan seterusnya.

Harga tiketnya 1,5 euro per orang sekali jalan. Tiket Solo dan tiket Multi bisa dipakai juga di kedua line bus ini.

2 thoughts on “Transportasi Umum di Nice Prancis

Leave a Reply to Tun Tedja Nanta Setia Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.