Cote d’Azur Prancis : Birunya Laut Mediterania

laut mediterania prancis

Jadi gaess, ini tu semacam highlight dari cerita perjalanan kami di kota-kota sepanjang pesisir Cote d’Azur. Kisah selengkapnya dari masing-masing kota sudah saya tulis di artikel-artikel sebelumnya. Boleh klik langsung dari masing-masing tautan di bawah yes? 😉

Back to the story...dulu, tiap kali menunggu bus di halte saat menjelang summer, suka banyak penawaran iklan dipajang di dinding halte. Tiga destinasi yang saya ingat selalu ramai dengan penawaran. Cote d’Azur, Bali dan Curacao.

Tiga tempat itu memang tujuan wisata populer bagi warga Belanda tiap summer. Cote d’Azur sebagaimana Bali, juga terkenal dengan pantai dan laut birunya.

Nama Cote d’Azur ini bahkan sebenarnya diambil dari ungkapan seorang penyair Prancis yang memuja keindahan kota sepanjang pesisir Laut Mediterania dengan menyebutnya sebagai permata di laut biru Mediterania.

Nice, Cannes, Monaco, Saint Tropez, Villefranche, Eze, Saint Jean Cap Ferrat, dan Menton adalah kota-kota dan desa yang terletak di pesisir ini. Beberapa di antaranya sempat kami kunjungi saat winter tahun ini. Winter?..Kenapa ga pas summer?? Yaaa, kami memang anti mainstream, golongan pecinta liburan murah. Sudah saya ceritakan di artikel sebelumnya. Cari aja sendiri ya…mwehehehe. *Penulis misterius. *Penulis malas.

Nice

Kami mendarat di bandar udara kota Nice tanggal 31 Desember pukul 8 malam. Beberapa jam menjelang pergantian tahun.

Menuju Nice dari bandara Schipol Amsterdam kami pakai maskapai Transavia. Dan untuk rute balik kami pakai maskapai Easy Jet.

  • Amsterdam Schipol – Nice Airport
    • Maskapai Transavia
    • Harga tiket 34 euro per orang
    • + bagasi 25 kg 28 euro
    • free 10 kg handbaggage
  • Nice Airport – Amsterdam Schipol
    • Maskapai Easy Jet 
    • Harga tiket 32 euro per orang
    • +bagasi 23 kg 24 euro
    • free handbaggage size: 56 x 45 x25 cm
  • Total pengeluaran tiket pesawat 2 dewasa, 2 anak :
    • Amsterdam – Nice 164 euro
    • Nice – Amsterdam 152 euro
    • Total cost : 316 euro

Mahal?..Ya, ini memang bukan tiket paling murah yang pernah kami dapatkan. Tapi ini tiket paling terjangkau saat pemesanan kami lakukan hanya berjarak sebulan dari waktu keberangkatan untuk libur tahun baru. Saat harga tiket tujuan wisata lain tak lagi terjangkau karena sedang peak season.

laut-mediterania-perancis

Alhamdulillah, kota Nice sama sekali tak mengecewakan. Bahkan melebihi ekspektasi saya. Tadinya saya berpikir, Nice tidak akan jauh berbeda dari Paris. Tapi ternyata, di Nice ada pantai yang cantik, suara ombak yang tenang, matahari yang hangat, dan udara winter yang sejuk. Tak hanya kota yang metropolitan.

Penginapan kami yang berlokasi dekat pantai pun, seperti hadiah jackpot tak terduga saat kota lain sedang mengalami peak season kunjungan wisatawan.

Simak juga di sini, Nice: Our Winter Getaway

  • Penginapan: Ibis Budget California Lenval
  • 7 malam, 1 Family Room (suitable for 4 adults)
  • Total tarif 490 euro
Vieux Nice (Old City)

Satu hal yang menguntungkan dengan memilih penginapan di Nice, kami tak perlu repot pindah penginapan kalau hendak mengunjungi kota lain di sekitarnya. Nice mudah dicapai dari kota lain, dengan tarif transportasi yang juga ramah di kantong.

Baca di sini : Transportasi Umum di Nice

ada banyak restoran italia di kawasan cote d’azur

Selama 7 malam di kawasan Cote d’Azur kami tak pernah sekalipun pindah penginapan. Si emak ini jadi ga perlu sibuk beres-beres koper. Waktu pun bisa maksimal dipakai untuk jalan-jalan.

Untuk mengunjungi Cannes, Monaco, Villefranche dan Eze, kami selalu balik hari ke penginapan. Dengan harga tiket transportasi rata-rata hanya sebesar 1,5 euro sekali jalan, mengunjungi kota lain di sekitar Nice jadi terasa lebih ringan di kantong.

pasar malam di promenade du paillon yang tak setiap hari ada
kota Nice di malam hari dari atas giant wheel

Untuk urusan makanan juga, kami tak merasa kesulitan menemukan restoran halal. Selain bisa menemukan informasinya di aplikasi tripadvisor atau google maps, cara paling mudah menemukan restoran halal adalah dengan mengunjungi masjid yang ada. Biasanya di sekitar masjid, pasti ada restoran halal. Di Nice sendiri terdapat beberapa masjid yang tersebar di beberapa area kota Nice.

Pilihan restoran halal di Nice biasanya kalau bukan fast food, makanan india, makanan turki atau timur tengah. Beberapa hanya buka di malam hari.

warna khas bangunan di sekitar Cote d’Azur
promenade de anglais menjelang senja
bandara Nice terletak di salah satu ujung promenade de Anglais

Kota ini memang bisa dinikmati di segala waktu. Pagi, sore maupun malam hari. Saat matahari baru bersinar di pagi hari, kawasan pantai Nice selalu ramai dengan mereka yang mengambil udara segar dengan berolah raga. Dari kejauhan jendela hotel kami, tiap pagi kami menyaksikan siluet para pelintas pagi di pelataran Promenade de Anglais.

Promenade ini selalu ramai hingga senja mengguratkan warna jingga di batas horizon. Saat yang bagi saya paling syahdu untuk mengagumi indahnya Laut Mediterania. Kadang-kadang bayangan pesawat udara melintas di atas kami, entah lepas landas atau sedang menuju landing lane di salah satu ujung promenade ini.

By the way, kalau parkiran mobil mewah berderet-deret sudah biasa kamu lihat bahkan di negara dengan tingkat ekonomi rendah, di Nice bandar udara ekslusif yang hanya didarati puluhan private jet setiap harinya adalah pemandangan yang biasa. Just to let you know what kind of people who visit this area.

Dan di saat gelap malam telah menyelimuti, Nice yang metropolitan pun menampakkan diri. Gadis-gadis muda nan modis, juga para pria dengan dandanan parlente hilir mudik di pusat-pusat perbelanjaan di kawasan Place Massena yang gemerlap dengan cahaya lampu, di antara butik-butik fashion dengan mode paling hip.

For nature seekers like us, Nice offers a little bit too much sights sometimes 😀

Cannes

Fashion memang salah satu komoditi negara Prancis. Cote d’Azur tak ketinggalan jua jadi ‘ruang pajang’ produk fashion mutakhir negara ini. Dan Cannes adalah panggung terbukanya dengan event internasional Festival de Cannes yang bertaburan bintang dunia film, juga fashion.

promenade de la croisette

Tapi kalau kamu ga punya minat di dunia fashion, Cannes tetap layak dikunjungi. Bahkan menurut saya, lebih dari sekedar karpet merah Festival de Cannes, alam Cannes justru tak kalah apik untuk dinikmati.

Jika Nice punya pantai dengan pebble stone, di Cannes kita bisa menikmati pantai berpasir putih di sepanjang Promenade de la Croisette.

Selengkapnya baca di sini.

Monaco

Hari ke-3, setelah dua hari sebelumnya kami habiskan untuk mengelilingi kota Nice dan Cannes, saatnya melipir sebentar ke tetangga kota Nice, yang juga city state terkecil nomer 2 di dunia, Monaco.

Sebagian besar kita pasti langsung memikirkan kata ‘mahal’ saat mendengar nama kota ini.

Tapi percaya ga, ongkos kemari dari kota Nice untuk perjalanan dengan bus selama kurang lebih 50 menit hanya sebesar 1,5 euro sekali jalan. Seharga 1 botol air mineral di Eropa.

Untuk masuk ke Monaco juga kami tak perlu menyiapkan visa atau pass apapun. Antara kota Nice dan Monaco tak ada border. Kami masuk dengan mudah, sebagaimana ke kota lain di Prancis.

Dan kamu tau, pemandangan apa yang kami dapatkan untuk tiket seharga 1,5 euro itu?

Scroll down to these images below, captured from the bus. 😉

A m a z i n g.

pemandangan bertarif 1,5 euro 🙂
pelabuhan pribadi di laut mediterania yang dilewati scenic bus

Ini mungkin bus ride paling worth it sepanjang pengalaman kami.

Kagak nyesal deh ke Monaco lewat scenic route ini. Walaupun setelah sampai di Monaco tetap tekor bayar bus Hop On Hop Off karena sebelumnya ga sempat nyari info soal bus dalam kota..hahaha.

kota monaco

Walaupun tekor, setidaknya dengan bus Hop On Hop Off kami jadi bisa mengitari kota Monaco. Kota yang ukurannya mini ini, hanya dalam waktu kurang dari sejam bisa selesai dikitari dengan kendaraan beroda.

Dengan bus hop on hop off kami sempat menjajaki salah satu ruas sirkuit Formula 1. Sempat menjajal apa rasanya berada di dalam terowongan yang dilalui mobil balap kelas dunia itu.

Tak seperti sirkuit arena balap formula 1 di negara lain yang punya arena khusus dan tertutup, sirkuit arena balap Formula 1 di Monaco mengambil ruas jalan raya. Jalan yang biasa dipakai masyarakat Monaco sehari-hari, di luar waktu rally tentunya.

casino royal de monaco, yang juga jadi salah satu arena balap Formula 1

Selain sejumlah terowongan dan ruas jalan yang kami lewati tadi, salah satu arena balap itu mengambil lokasi tepat di sekeliling Casino Royal. Kamu tentu bisa bayangkan semulus apa kualitas jalan raya kota ini.

Kota Monaco yang berbukit-bukit dengan jalan raya yang banyak tanjakan, penurunan serta belokan itu menjadikan arena Formula 1 di Monaco menjadi salah satu arena balap paling menantang di dunia olahraga ini.

Baca juga : Glamorous Monaco

Villefranche Sur Mer

Setelah sehari mengitari kota Monaco, di hari ke-4 liburan kami di Cote d’Azur kami sempatkan mampir ke desa nelayan yang terletak di antara Nice dan Monaco. Nama desanya Villefranche Sur Mer. Desa ini juga terletak di salah satu pesisir Laut Mediterania, dalam garis pantai yang sama dengan kota Nice dan Monaco, tetapi punya aura yang berbeda dari kedua kota ini.

Cerita lengkapnya di, Villefranche Sur Mer: What A Perfect Honeymoon Nest!

villefranche sur mer

Eze Village

Kalau Villefranche Sur Mer merupakan desa nelayan yang menawarkan nuansa romantis di tepi Laut Mediterania, maka Eze Village membawa kami ke suasana Eropa abad pertengahan dengan bangunan-bangunan tua nan eksotis di salah satu puncak bukit pesisir ini.

medieval village Eze
lorong-lorong desa Rze

Eze : Desa Tua Di Puncak Bukit Selatan Prancis

Eze yang bersejarah memaksa saya meluangkan hari agar sempat mengunjungi desa wisata ini. Syukurnya, Eze tak jauh dari Nice. Menuju ke sana pun sangat mudah. Lokasinya yang juga terletak antara Nice dan Monaco, membuat desa ini mudah dicapai dari kedua kota ini.

So, sudah bikin rencana saat winter mau kemana? 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.