Villefranche Sur Mer: What A Perfect Honeymoon Nest!

villefranche sur mer honeymoon eropa

Ahh….tak tau bagaimana harus melukiskan kecantikan desa nelayan ini. Percayalah, apa yang ditunjukkan oleh kamera saya tidak sesempurna yang ditangkap langsung oleh mata di desa ini.

Rasanya ingin berterima kasih kepada para traveller yang dengan sukarela menuliskan review mereka mengenai tempat ini. Dari mereka lah saya jadi tau tempat secantik ini.

Villefranche Sur Mer di Perancis bagi kebanyakan traveller di Eropa mungkin tidak terlalu populer. Kalah populer dibandingkan Nice, Saint Tropez, Monaco dan Cannes.

Padahal, dahulu kala Villefranche ini menjadi bandar penting basis pertahanan armada laut Duke of Savoy maupun Napoleon Bonaparte, yang kini sering difungsikan sebagai pelabuhan tempat bersandar berbagai kapal pesiar yang berlayar di Laut Mediterania.

Mungkin karena statusnya yang hanya sebuah desa nelayan dengan luas yang relatif kecil, dan tak banyak hotel besar di sana, hingga namanya menjadi tidak begitu dikenal. Tapi tau ga, justru hal itu yang bikin tempat ini jadi sempurna.

Berjarak hanya sekitar 15 menit menumpang bus dari hiruk pikuk kota Nice, desa ini menawarkan nuansa yang benar-benar berbeda dari Nice yang metropolitan.

Dari Halte Octroi, Menuju Pesisir

Untuk sampai ke Villefranche, kami naik bus nomor 81 jurusan Port de Saint Jean, dari halte Promenade des Arts kota Nice dan turun di halte Octroi, Villefranche. Tiket bus yang biasa kami pakai untuk naik turun bus dan tram di Nice bisa dipakai untuk ke Villefranche. Dan itu berarti penghematan bagi kami…hehe.

Lihat : Transportasi Umum di Nice Prancis

Dari halte Octroi, dipandu Google Maps, kami tinggal menyusuri jalan pintas menuju pantai melewati rumah-rumah penduduk Villefranche yang nampak asri. Tinggal set destinasi sekitar Chapel Saint Pierre, Google Maps dengan jelas akan menunjukkan rute jalan kaki menuju pesisir Villafranche dari halte Octroi.

teluk Villefranche nampak dari jalan setapak yang kami lalui

Sekitar 400 meter berjalan, akhirnya pemandangan yang kami cari pun nampak di depan mata. Perahu-perahu layar berwarna putih di birunya air laut Teluk Villefranche.

Menyeberangi jalan yang dilalui kendaraan, kami kemudian meneruskan jalan kaki kami ke jalanan dengan batu conblock, melewati labirin warna-warni dari cat tembok rumah penduduk yang akhirnya membawa kami ke bibir pantai.

jalan pintas menuju pesisir di antara rumah penduduk
Teluk Villefranche di ujung gang

Jalan menuju bibir pantai alhamdulillah sangat mudah ditemukan karena setiap gang dari labirin ini akan berujung di tepi laut.

Lagi pula, kami sangat menikmati berjalan-jalan di antara gangnya sembari sesekali menengok boulangerie, ice cream cafe, restoran dan souvenir shop yang berjejer sepanjang jalan 🙂 .

Senja dan Siang Hari di Villefranche sur Mer

Dan anda tau, saya sampai harus 2 kali ke desa nelayan ini.

Bukan apa-apa, hanya gara-gara memory card kamera saya ngadat, dan lebih dari separuh gambar yang saya ambil rusak tak bisa dibuka. Beruntung, waktu tempuh dari Nice hanya sekitar 15 menit dengan ongkos paling banyak 1,5 euro sekali jalan. Saya pun tak menyesal harus dua kali ke sini 🙂 . Apalagi, saya jadi bisa mengambil gambar Villefranche di dua suasana yang berbeda. Siang dan sore hari menjelang senja.

Kesempatan pertama, kami mengunjungi Villefranche di sore hari selepas ashar. Di sore hari menjelang senja, Villefranche sur Mer tampak lenggang, tak banyak pengunjung ataupun lalu lalang penduduk. Tapi, suasananya justru terasa lebih romantis dengan lampu-lampu jalan yang temaram di sisi laut. Ditambah semilir angin yang bertiup dari Laut Mediterania. Sempurna sebagai honeymoon nest…..bagi yang sudah menikah yeee 😉 .

Dengan suasana yang lenggang, kami jadi bebas mengambil foto dari berbagai sudut.

Villefranche sur Mer di senja hari

Kedua kalinya, saya kembali ke Villefranche seorang diri tanpa ditemani anak-anak dan suami, hanya untuk mengambil gambar yang gagal tersimpan di kamera saya kemarin. Kali ini saya datang di siang hari sebelum waktu dhuhur. Karena sore hari kami punya agenda di tempat lain.

Tak saya sangka, Villefranche ternyata cukup ramai di siang hari. Apalagi hari itu adalah hari Ahad, di akhir pekan.

Bangku-bangku restoran tampak ramai dipadati pengunjung. Saya pun jadi tak seleluasa saat pertama kali mengambil gambar ke sini di sore hari.

Villefranche di siang hari lumayan ramai dengan pengunjung

Tapi itu tak berarti siang hari di Villefranche jadi tak menarik bagi saya. Dengan sinar matahari yang terang benderang, sudut-sudut lain yang tak kalah cantik di Villefranche pun makin tampak nyata.

Kalau di senja hari, kami menikmati warna air laut yang tampak keperakan di teluk Villefranche, di siang hari saya menikmati warna biru air laut Mediterania yang tampak jernih.

jernihnya air laut di Villefranche sur Mer
langit biru, laut biru Villefranche

Oiya, kalau ke sini hari Ahad pagi hingga siang, tepat di belakang halte Octroi ada sunday market yang menjual berbagai barang bekas dengan kualitas yang oke punya. Dari lukisan tangan hingga gelas-gelas kristal. Barang yang dipajang bagus-bagus. Selama di Eropa, rasanya flea market yang saya lihat di Villefranche termasuk yang paling oke. Sama seperti di Monaco, cita rasa regal penduduk di pesisir selatan Perancis benar-benar tercermin dari produk pilihan mereka 😀 .

sunday market di belakang halte Octroi Villefranche

Jadi, mau datang siang atau sore hari menjelang senja pun, Villefranche akan selalu tampak menarik di mata.

Villefranche di siang hari lebih ramai dengan pengunjung restoran
pantai berpasir di seberang stasiun kereta Villefranche

Kalaupun ada yang akan saya sarankan, baik siang ataupun sore hari, jangan lupa mengajak pasangan anda (yang resmi, tercatat di KUA 😀 ) juga kemari. Villefranche sur Mer jauh lebih indah dinikmati berdua dengan pasangan anda.

Mungkin sambil bergandengan tangan memilih barang yang bagus di flea market untuk dipajang di rumah anda nanti,menyusuri jalan setapak menuju pantai, lalu bersantai sejenak di restoran pinggir laut sambil bercengkerama mendengarkan desir ombak. Stasiun kereta pun tak jauh dari restoran anda bersantap, bisa dicapai sambil jalan romantis berdua menyusuri pinggir laut hingga anda bertemu pantai berpasir tepat di seberang stasiun. Ah, what a perfect honeymoon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.